Kawan melalak cantik pasti sudah tidak asing melihat orang Indonesia berlibur ke Malaysia bahkan bisa sebulan sekali atau mungkin bisa dalam sebulan berkali-kali. Well, ketika mendengar nama Kuala Lumpur, kebanyakan wisatawan langsung teringat pada Petronas Twin Towers atau kawasan Bukit Bintang.
Apakah kawan melalak cantik juga seperti itu? Padahal, ada satu kawasan di Kuala Lumpur yang menyimpan banyak cerita sejarah, kuliner legendaris, spot foto estetik, hingga tempat nongkrong kekinian yang cocok untuk traveler dengan budget terbatas lho. Apa nama kawasannnya itu? Namanya adalah Chinatown Kuala Lumpur, mungkin pernah dengar yha.
Well, biasanya pun para pelancong yang bepergian ke Chinatown lebih sering hanya melewati Petaling Street. Tentu saja bisa melihat aneka produk bermerk tapi fake dengan harga lebih terjangkau dan harus pula disertai dengan ilmu tawar menawar.
Dimana Sih Chinatown?
Terletak di jantung kota atau pusat Kuala Lumpur, kawasan ini menjadi perpaduan menarik antara budaya Tionghoa, Melayu, dan modernitas Malaysia yang berkembang pesat. Kawasan ini menawarkan perpaduan unik antara budaya Tionghoa, bangunan bersejarah, kuliner legendaris, hingga berbagai spot foto yang menarik untuk mengisi feed Instagram. Tidak heran jika Petaling Street Kuala Lumpur selalu menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan lokal maupun mancanegara.
Ngapain di Chinatown?
Jika berbicara tentang apa yang bisa dilakukan di Chinatown tentu saja beragam sih, namun kebanyakan mulai dari penelusuran di Petaling Street. Well, ini beberapa aktifitas lainnya yang bisa kawan-kawan melalak cantik lakukan kalo lagi traveling di Chinatown:
1. Menyusuri Petaling Street yang Ikonik
Kenapa tetap Saya masukkan ke poin nomor 1 karena memang rasanya ridak lengkap membahas wisata Kuala Lumpur murah tanpa menyebut Petaling Street. Kawasan ini merupakan jantung dari Chinatown dan menjadi tempat pertama yang biasanya dikunjungi wisatawan.
Gerbang merah besar yang berdiri megah menjadi penanda bahwa kamu telah memasuki kawasan Chinatown. Di sepanjang jalan, terdapat berbagai kios yang menjual pakaian, souvenir, tas, aksesori, hingga oleh-oleh khas Malaysia dengan harga yang cukup terjangkau.
Salah satu keseruan berbelanja di sini adalah kesempatan untuk menawar harga. Bagi wisatawan Indonesia, pengalaman ini tentu tidak jauh berbeda dengan berburu barang di pasar tradisional. Tampak barang-barang branded terlihat mewah padahal itu adalah fake alias kw ala ala lah.
2. Mengunjungi Central Market
Hanya beberapa menit berjalan kaki dari Chinatown, terdapat Central Market yang menjadi salah satu pusat seni dan budaya Malaysia. Biasanya memang disebut pasar seni untuk central market ini karena banyak dijual produk-produk unik bernilai seni tinggi.
Di dalam bangunan bersejarah ini, pengunjung dapat menemukan berbagai produk lokal seperti Batik Malaysia, kerajinan tangan, lukisan karya seniman lokal, produk UMKM dan souvenir khas Malaysia. Tempat ini sangat cocok bagi wisatawan yang ingin membawa pulang oleh-oleh unik dan berbeda.
Selain itu, terdapat pula food court di lantai paling atas, pengunjung yang sudah lelah berkeliling beli oleh-oleh, bisa jajan tentunya beli makanan dan minuman menyegarkan baik yang khas lokal maupun dari daerah lainnya.
3. Berjalan Kaki ke Masjid Jamek
Tidak jauh dari Chinatown terdapat Masjid Jamek yang merupakan salah satu masjid tertua di Kuala Lumpur. Sejak pertama kali main ke Kuala Lumpur, Saya sudah memasukkan Masjid Jamek ini ke dalam itinerary.
Lokasinya yang berada di pertemuan Sungai Klang dan Sungai Gombak menjadikannya bagian penting dalam sejarah perkembangan kota Kuala Lumpur. Selain memiliki nilai sejarah yang tinggi, arsitekturnya juga sangat indah untuk dijadikan objek fotografi.
Ada banyak wisatawan baik lokal maupun mancanegara yang datang ke masjid ini bahkan sekedar untuk ambil gambar di halaman depan masjid. Ketika melihat bagian depan seperti ada payung-payung di masjid Madinah, tampak instagramable untuk berfoto.
4. Berfoto di Kwai Chai Hong yang Instagramable
Salah satu hidden gem yang semakin populer di Chinatown adalah Kwai Chai Hong. Sejak melihat postingan para travel kreator di media sosial, Saya pun berniat mencari tahu kawasan ini namun belum juga berkesempatan hingga liburan pada Agustus 2024 lalu.
Apa sih Kwai Chai Hong ini? Well, ini merupakan lorong kecil yang dipenuhi mural interaktif menggambarkan kehidupan masyarakat Tionghoa di Kuala Lumpur pada masa lalu. Setiap sudutnya memiliki cerita unik yang menarik untuk diabadikan dalam foto maupun video.
Bagi konten kreator dan travel blogger, tempat ini bisa menjadi lokasi sempurna untuk membuat konten Instagram Reels atau TikTok. Itulah mengapa semakin ramai saja yang masuk ke Kwai Chai Hong, uda gratis dan cantik semakin ramai pastinya yang datang.
5. Berburu Kuliner Khas Malaysia yang Menggugah Selera
Bagi pecinta kuliner, Chinatown Kuala Lumpur adalah surga yang wajib dijelajahi. Banyak makanan legendaris yang telah bertahan puluhan tahun dan menjadi favorit wisatawan. Beberapa menu yang patut dicoba antara lain: Wantan Mee, Hokkien Mee, Chicken Rice, Roast Duck, Char Kway Teow, Cendol Durian dan Teh Tarik. Harga makanan di kawasan ini juga relatif ramah di kantong sehingga cocok bagi traveler yang ingin menikmati liburan hemat di Kuala Lumpur.
6. Mencari Cafe Hidden Gem yang Estetik
Dalam beberapa tahun terakhir, Chinatown berkembang menjadi salah satu kawasan favorit pecinta kopi. Banyak bangunan tua yang disulap menjadi kafe modern dengan konsep industrial, vintage, hingga minimalis. Tidak sedikit wisatawan yang datang hanya untuk menikmati secangkir kopi sambil mengagumi arsitektur heritage yang unik. Bagi solo traveler, suasana santai di kawasan ini sangat cocok untuk beristirahat setelah seharian berjalan kaki menjelajahi Kuala Lumpur.
7. Menikmati Suasana Malam yang Berbeda
Jika memungkinkan, jangan terburu-buru meninggalkan Chinatown saat sore hari. Ketika malam tiba, kawasan ini berubah menjadi lebih hidup. Lampion merah mulai menyala, pedagang kaki lima semakin ramai, dan aroma makanan memenuhi udara. Suasana malam di Chinatown memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan siang hari. Inilah waktu terbaik untuk menikmati kuliner jalanan sambil mengamati aktivitas masyarakat lokal.
Chinatown Kuala Lumpur membuktikan bahwa destinasi terbaik tidak selalu harus mahal atau mewah. Di balik keramaian Petaling Street, tersimpan berbagai cerita sejarah, budaya, dan pengalaman lokal yang membuat perjalanan terasa lebih berkesan.
Jika suatu hari kamu kembali mengunjungi Malaysia, sempatkanlah menghabiskan setidaknya setengah hari di kawasan ini. Siapa tahu, justru dari lorong-lorong kecil Chinatown itulah kamu menemukan sisi Kuala Lumpur yang paling menarik dan membuatmu ingin kembali lagi.











